Tampilkan postingan dengan label calon apoteker bercerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label calon apoteker bercerita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 April 2014

mood flip like you flip back your hand.

HOOOOOOAAAAAAAAAAAHHHHHH!!!!!!

kembali gue hadir ke lapak curahan hati ini. dear blooogggg... you knooowww... last night I god neeeewww spiriiittt injeeccttiioonnnnnn. Bermodalkan itu dan tentunya banyak suntikan semngat dengan merek lain jugaaaaa gue berangkat dengan senyuman indah pagi ini ke RS. Kembali dan kembali mengantar surat pengambilan data awal yang nggak sampe-sampe ke yang bersangkutan.

Pagi ini, berbarengan bel tanda masuk sekolah anak-anak SD bunyi, gue bernagkat dengan senyuman terkembang dan semangat membara. Mendarat di tempat tujuan dengan selamat. Nunggu barang 5 menit doang surat gue udah sampai ke tangan yang bersangkutan. Guenya sih seneng. Tapi.. Like math exam, semakin gampang lo rasa ngejawab soal, semakin besar chance lo buat salah. Jadi begitu surat gue masuk ke ruangan yang dituju, perasaan gue nggak enak. Dan.. emang, nggak lama kemudian si ibuk yang punya wewenamg keluar ruangan, manggil nama gue. Singkat cerita yang jelas surat gue salah lagi. Oke, Fine. Tuhan.. cobaan lagi untuk hamba?

Intinya surat gue salah alamat. Maksudnya, judul yang tertera nggak sesuai sama bidang tempat surat gue tertuju. Walau gue udah memberikan banyak alasan, tapi, gue tau sebenernya yang ibu itu mau cuma: gue pergi dari sana dan urus surat baru. Gue finally keluar lagi dari ruangan itu dengan menghela nafas yang lumayaaann panjang.

Kayanya gue butuh secepatnya ketemu sama dokter yang direkomendasiin oom gue, buat diskusi, cari ilham.

Next post gue ke ruangan dokternya. Di bangsal obgyn. Pertama gue datang, kata ibu-ibu di sekretariat dokternya lagi ada acara. Jam 9 baru dateng. Oke, gue tunggu lagi di depan. Liat beberapa dokter koas berseliweran  gue jadi inget hasil ngobrol (dan curhat gulana) gue sama salah satu uda gue (uda gue? ya.. anggap aja gitu. this person realy a brother. not "brother", okay. TRUST ME! -_-) tetang adek dia yang lagi KOAS di obgyn, gue baru berencana mau ngewhatsapp si uda, mau nanyain si kakak adek dia itu, tetiba seorang cewek dengan perawakan riang gembira nyamperin dua dokter koas yang lagi berdiri-berdiri. "Rasanya ini muka kakak yang disuruh uda gue temuin deh", ceritanya gue ngomong dalem hati. Gue mau cek kecocokan muka dengan fotonya di FB, eh gue baru inget aplikasi FB udah gue delet. Ahirnya gue stalking di jejarsos satu lagi. Stalking gitu aja nggak bikin gue 100% yakin itu kaka yang gue tuju. Ahirnya gue nanya sama mbak-mbak disebelah gue yang tadi sempet disapa sama kakak itu. Kenapa nggak nanya aja gue dari tadi ya? bego. Dan benar, dia orang yang gue cari.

Singkat cerita (lagi), gue ngobrol banyak sama dia. Orangnya asik dan menurut gue dia orangnya intelek. Gue suka sama cara dia menjelaskan jawaban dari pertanyaan gue seputar judul gue, yang.. ya.. diapun nggak paham-paham amat. 1 hal yang gue salut adalah dia baru aja pulang dari exchange ke barcelona. OMG! BARCELONA MAMEEENNNNNN!!!! Gue tau sibuk-sibuknya kuliah anak kesehatan, dan gue dulunya mikir anak kesehatan mah nggak bakal sempet ikut begituan. Tapi dia punya pandangan lain.

"Selagi bisa dan dapet kesempatan, why not? ya.. meski resikonya gue musti rela ketinggalan dari temen-temennya yang disini, tapi, dia dapat pengalaman berbeda yang nggak semua orang bisa rasain. Thats the point. "



Sabtu, 29 Maret 2014

malmingnya ca-apoteker. antara teori vs praktek.

good morning.
ya.. walau udah telat banget ngucapin selamat pagi, tapi ini masih terhitung pagi lah ya? buktinya perut gue masih mules-mules. Oke abaikan itu.

Setelah mengalami weekend morning yang asli bapuk banget. Gue bosan sebosan-bosannya dan nggak tau mau ngapain dan nggak mood juga buat ngapa-ngapain. Gw sampe gak bisa ngedefinisiin juga itu nama situasi dan kondisinya apaan. Tapi, mood gue up lagi di sore hari. Setelah gue telusuri kebelakang kayanya gue cuma suntuk di rumah -_____-

so, sesuai janji, gue sore kemaren nemenin temen gue ngejagai apotik. sudah dari lama gue pengen nemenin dia disana, tapi nggak sempet-sempet. Banyak haral lintang menghadang. Tapi, yg penting sore itu gue udh disana.

Duduk dibalik etalasi berbagai produk, gue deg-deg sendiri kalau udah ada pembeli. Padahal yg ngelayanin kan temen gue itu. Gue cuma kebagian sebagai pelengkap etalase. Pajangan doang. hahahah. Nggak sampe 1 jam pertama gue disana, kami disuguhi tontonan yang lucunya nggak ngalahin OVJ. Entah lah menurut orang lain itu lucu apa enggak. Yang jelas menurut gue dan temen gue hal itu cukup lucu. Entah mungkin lucu meter kami yang ambang batas nya rendah. jadinya untuk hal-hal nggak lucu pun kami bisa ketawa puas. Entahlah..

ceritanya ada dua abang-abang yang tampilan awalnya enak lah diliat. Bersi dan rapi. Tapi lama-lama diliat malah bikin temen gue ngejepitin kepalanyas sendiri dilemari penyimpanan obat sakin kejang-kejangnya ngeliat tingkah dua cowok itu. Dan adegan jepitin kepala itu benar adanya tanpa rekayasa dan bumbu apapun. She really do that! Gue nggak mau ngejelasin detail juga apa yg dilakukan itu cowok. Tapi sedikit clue: gue bingung mau pake he atau she dalam kata ganti menunjukan dua 'orang' itu. Enaugh.

lepas kisah dua cowok tadi gue lebih milih ngobrak-abrik resep yang ada. Belajar baca tulisan tangan dokter yang sebenernya nggak beda jauh sama tulisan pesanan alat elektronik di bon yang sering gue coba baca di rumah oma. Kalau disini tulsiannya paracetamol, disana tulisannya parabola. hahahha





Kadang kerja dengan orang lain ini agak bikin kita bingung menentukan sikap.Terutma gue. sekedar contoh, dulu gue sempet mau ngejalanin sebuah bisnis sama salah satu senior gue di SMA dulu, tapi ahirnya gue mundur teratur karena ngerasa banget-banget nggak cocok. Finally gue memilih buat ngediriin kerajaan sendiri walau harus mulai dari bikin batu bata. Ternyata gue bukan tipe yg suka diperntah.

so, ngeliat keadaan di apotek secara nyata, gue yang biasa belajar teori di kampus ini agak mengelus dada, mencoba sabar. Beberapa hal yang gue pelajari 'untuk tidak' di kampus malah dilakukan secara nyata. Lantas kemana sumpah dulu yg di ucapin? Ya// walau mungking yg dilakukan nggak melanggar sumpah juga sih.. tapi cuma sedikit modifikasi dari teori yang selama ini dipelajarin. Modifikasi yang.. entah lah ya..

Disaat yang sama gue juga diskusi sama salah satu temen gue yg lg stay di RS. Dia bilang di RS rekamedik berserakan di meja perawat. Padahal dikepalanya ada tulisan 'Rahasia'. Kalau ini sinetron, mungkin si antagonis sudah dengan mudah mencampurkan sesuatu yang 'aneh' didalam data medis pasein, dan gotcha! tujuan tercapai dan dia nggak kena tuduhan apapun. Oke. sorry, kebanyakan nnton sinetron gue -_-. Belum lagi lemari-lemari obat dan alat-alat lainnya yang nggak di kunci, lantas ditinggal tidur perawatnya dengan alasan "di lantai ini pasiennya nggak gawat-gawat amat. Jadi bisa ditinggal tidur" What the fork daaaaahh!

Tapi, ya itu tadi.. kebanyakan praktek tidak sesuai dengan teori yang ada. Terlepas dari pasti ada alasan dibalik pelaksanaan yang agak melenceng itu. Bisa alasan yang menguntungkan pasien atau alasan menguntungkan si pemilik sarana. Entah. Entah siapa yang patut disalahkan. Salah bunda mengandung? atau salah dosen mengandung?

Tapi, gimanapun juga, ibarat kucing dicemplungin kedalam kolam, gimanapun gayanya, gimanapun caranya, dia akan tetap berenang, berusaha mencapai tepian.